Gejala Radang Sendi

Gejala Radang Sendi – Radang sendi atau arthritis merupakan istilah umum yang meliputi sekelompok penyakit yang menyerang persendian. Semua penyakit sendi ini menyebabkan rasa nyeri, kaku dan bengkak. Kebanyakan radang sendi tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat diatasi dengan obat, diet dan olahraga. Orang tua lebih sering menderita radang sendi, tapi dewasa mudah juga dapat terserang.

Gejala Radang Sendi

Gejala Radang Sendi

Radang Sendi

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan bentuk paling umum dari radang sendi. OA biasanya menyerang orang berusia 60 tahun ke atas, tapi kadang-kadang juga dapat menyerang orang muda. Pada sendi yang terserang osteoarthritis, penggunaan sendi berlebihan dapat mengikis tulang rawan pelindung yang menutupi ujung tulang. Penonjolan kecil tulang (disebut osteofil) terbentuk pada ujung sendi.

Perubahan-perubahan ini menyebabkan rasa nyeri yang akan bertambah parah jika sendi digerakkan. Biasanya terjadi bengkak pada area yang sakit dan gerakan menjadi terbatas. Sendi dapat patah jika digerakkan. Gejalanya dapat timbul dan kemudian hilang dalam jangka waktu lama. Rasa sakit semakin bertambah parah seiring berkembangnya penyakit.

Pinggul, lutut, tulang belakang dan jari-jari tangan adalah bagian paling rawan terserang osteoarthritis. Akan tetapi, penyakit ini dapat menyerang persendian manapun. Jika menyerang tulang belakang, penyakitnya dikenal dengan spondilosis. Penyakit ini lebih sering muncul jika persendian mengalami stres berulang, sebagai akibat pengunaan berlebih atau cedera yang sering terjadi

Gejala Radang Sendi Osteoarthritis :

  1. Gejala Radang Sendi awal OA sebenarnya bisa dideteksi melalui rasa kaki dan nyeri pada sendi saat digerakkan di pagi hari. Saat kondisi ini dibiarkan, rasa nyeri biasanya semakin terasa setiap melakukan gerakan tertentu, terutama pada saat menopang berat badan. Pada beberapa penderita, rasa nyeri bahkan dapat timbul setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh.
  2. Gejala OA yang lebih jelas dapat dilihat apabila terjadi pembengkakan atau peradangan pada sendi. Selain itu, persendian yang sakit ini juga berwarna kemerah-merahan. Sebagian penderita bahkan mengalami bunyi –umumnya pada lutut setiap persendian digerakkan walau kadangkala tidak menimbulkan rasa sakit.
  3. OA sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Selain faktor usia, wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini karena berhubungan dengan hormon estrogen. Karena itu, OA paling banyak dijumpai pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.
  4. Bentuk tubuh wanita juga ditengarai lebih mudah mengalami OA ketimbang pria. Merujuk hasil sebuah penelitian, tubuh wanita yang lebih lebar di bagian pinggul menyebabkan penumpukan lemak banyak terjadi di bagian ini. Dampaknya, tulang kaki harus menopang beban lebih berat. Karena itupula, dalam kondisi yang sama, OA sering dialami mereka yang memiliki berat badan berlebih.
  5. Selain itu, OA bisa disebabkan riwayat imobilisasi atau kurangnya gerak tubuh, atau justru ‘stres’ panjang akibat gerak tubuh berlebih seperti pada olahragawan. Penyakit ini diduga juga berkaitan dengan ras, keturunan, dan sistem metabolik tubuh. OA bisa pula disebabkan trauma menahun pada sendi bahkan dari jenis trauma minor sekalipun, seperti sering nyeletek-nyeletekin jari.

Faktor Resiko Gejala Radang Sendi Osteoarthritis

Literatur menunjukkan bahwa 1 dari 6 populasi menderita penyakit yang biasa disingkat “OA” ini. Data yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita osteoarthritis lutut. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak.

Saat usia bertambah tubuh kita juga mengalami perubahan. Ukuran dan kekuatan otot akan menurun terutama akibat kurangnya aktivitas fisik. Masa tulang dan kepadatannya berkurang sehingga membuat resiko patah tulang bertambah. Tendon dan ligament menjadi kurang elastis, sehingga mudah cedera.

Inflamasi atau peradangan disendi dan rawan sendi biasanya terjadi akibat penyakit artritis.  Aktivitas fisik atau olahraga bisa membantu mengurangi resiko cedera asal dilakukan dengan porsi yang sesuai dengan kondisi anda. Cukup 30 menit aktivitas fisik bisa membantu anda merasa nyaman dan mencegah berbagai penyakit. Bahkan pada pnederita penyakit kronis, seperti osteoartritis dan osteoporosis bisa mendapatkan manfaat dari program olahraga yang seimbang.

Berikut adalah beberapa latihan yang dikembangkan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons untuk pendeirta osteoartrtis, nyeri punggung bawah (low back pain), osteoporosis, atau penderita penggantian lutut (knee replacement).

Osteoartritis

  • Latihan fisik amat penting untuk pendrita artritis. Latihan fisik membantu sendi tetap lentur, otot di sekitar sendi menjadi kuat, serta tulang rawan sendi dan tulang menjadi lenih sehat dan kuat. Nyeri juga dapat berkurang
  • Latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan latihan peregangan otot.
  • Hindari latihan yang membebani sendi seperti aerobik, lari, atau olahraga kompetisi.

Low Back Pain

  • Latihan fisik bisa merupakan terapi umum bagi penderita nyeri pinggang bawah. Dokter orthopedi biasanya mengajukan olahraga yang akan menguatkan otot sebagai pendukung tulang belakang, juga latihan yang meningkatkan fungsi dan kelenturan otot.
  • Lakukan peregangan setiap hari
  • Jika sedang tidak nyeri, latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan beban ringan.

Osteoporosis

Olahraga yang bisa membantu memperlambat progretivitas osteoporosis dan membangun tulang yang kuat. Program olahraga yang sedang, rutin, hingga empat kalis seminggu, efektif mencegah dan mengatasi osteoporisis.

  • Lakukan dengan latihan beban seperti jalan kaki, mendaki gunung, naik tangga, dansa, olahraga denhan raket atau treadmill.
  • Melatih kekuatan dengan angkatan beban yang ringan

Penggantian sendi (Total Join Replacement)

  • Pasien yang menjalani penggantian sendi masih bisa menjalani aktivitas harian. Olahraga tidak hanya penting proses penyembuhan, tetapi juga bermanfaat untuk jangka panjang. Latihan yang tepat bisa mengembalikan kekuatan dan mobilitas sendi.
  • Hindari aktivitas terutama yang membebani sendi buatan seperti lari, joging, atau main ski
  • Olahraga yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda, golf dan tenis ganda.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program aktivitas fisik agar tidak berelbihan dari yang seharusnya.

Gejala Radang Sendi


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Radang Sendi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Radang Sendi and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Gejala Radang Sendi

  1. sudiyanto says:

    jika tulang pungung sering terasa sakit,,,,
    Kadang rasa sakit itu tak tertahankan,,,,
    Rasa sakit itu muncul setelah saya bangun tidur,,,,
    Duduk lama di bangku,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>