Penyakit Gout Pada Lansia

Penyakit Gout Pada LansiaPenyakit gout pada lansia merupakan suatu penyakit yang biasanya ditandai dengan serangan mendadak dan juga berulang dari arthritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan Kristal monosodium, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah atau hiperurisemia. Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang sendi bisa menjadi bengkok. Hampir 20% penderita penykit gout pada lansia memiliki masalah penyakit batu ginjal.

Penyakit Gout Pada Lansia

Penyakit Gout Pada Lansia

Penyakit Gout

Dalam keadaan normal, beberapa asam urat yang mrupakan hasil pemecah sel ditemukan di dalam darah karena tubuh terus menerus memecahkan sel dan membentuk sel yang baru dan karena makanan yang dikonsumsi mengandung cikal bakal asam urat. Kadar asam urat tinggi menjadi sangat tnggi jika ginjal tidak membuangnya melalui air kemih.

Tubuh kita juga bisa menghasilkan sejumlah besar asam urat karena adanya suatu kelainan enzim yang sifatnya diturunkan atau karena suatu penyakit misalnya penyakit kanker darah, dimana sel-sel berlipat ganda dihancurkan dalam waktu yang singkat. Beberapa jenis penyakit ginjal dan obat-obatan tertentu mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam urat.

Serangan penyakit gout pada lansia atau arthritis gout akut yang terjadi secara mendadak bisa dipicu oleh luka ringan, pembedahan pemakaian sejumlah besar alkohol atau makanan yang kaya akan protein, kelelahan, dan stress emosional serta penyakit.

Nyeri hebat yang dirasakan oleh penderita pada satu atau beberapa sendi, sering kali terjadi pada malam hari, nyeri penyakit gout pada lansia akan menjadi semakin memburuk dan tidak tertahankan. Sendi membengkak dan kulit diatasnya tampak merah atau berwarna agak keunguan, kencang dan licin serta teraba hangat. Menyentuh kulitt diatas sendi yang terkena bisa menimbulkan nyeri yang luar biasa.

Penyakit gout ini paling sering mengenai sendi di pangkal ibu jari kaki dan menyebabkan suatu keadaan yang disebut dengan podagra, tetapi penyakit ini juga sering menyerang pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan sikut.

Penyakit gout merupakan salah satu jenis penyakit radang sendi yang banyak dialami oleh masyarakat kita. Arthritis reumatoid atau penyakit radang sendi merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak tersebar secara meluas dan juga melibatkan dari semua kelompok ras atau juga etnik yang ada di seluruh dunis. Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit autoimun, dimana dari lapisan sendi yang mengalami peradangan akibat dari aktivitas si sistem imun tubuh kita. Dan sebagian besar dari penderita radang sendi baisanya akan menunjukkan suatu gejala penyakit kronik yang akan hilang timbul, dan jika tidak segera diobati maka biasanya akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada daerah persendian dan akan menyebabkan terjadinya deformitas sendi secara progresif yang kemudian akan menyebabkan terjadinya disabilitas bahkan terjadinya kematian secara dini.

Radang Sendi

Kasus radang sendi sudah tercatat sekitar lebih dari 10% populasi penduduik dunia yang terkena penyakit ini. Di Indonesia sendiri, kasus dari penyakit radang sendi yang berisia diatas 18 tahun mencapai 0,1-0,3 persen dari jumlah semua penduduk. Sedangkan untuk anak dan remaja yang usianya berada dibawah 18 tahun maka kasusnya terjadi 1 : 100.000 orang. Penyakit radang sendi merupakan salah satu bentuk nyeri sendi yang kronis dan juga sistemis yang baisanya termasuk ke dalam kelompok pada gangguan auto-imun. Gejala yang terjadi pada radang sendi adalah terjadinya suatu perubahan meradang kronis dibagian sendi dan juga dibagian membrannya dan kemudian dekstruksi pada tulang rawan dengan terjadinya suatu perubahan secara anatomi. Peradangan yang terjadi pada sinovium baisanya akan menyerang dan membuat tulang rusak dan juga pada bagian kartilago. Sel yang menjadi penyebab dari radang sendi bisa melepaskan enzim yang bsia mencerna tulang dan juga kartilago. Sehingga akan menyebabkan terjadinya suatu kehilangan bentuk dan juga dari kelurusan pada daerah sendi yang akan menimbulakan rasa sakit dan penurunan kemampuan dari bergerak. Bagian tubuh yang biasanya diserang adalah bagian kaki, lutut, bahu serta  bagian tengkuk.

Penyakit radang sendi sendiri merupakan salah satu jenis penyakit yang memang sudah lama dikenal dan juga sudah tersebar luas pada seluruh dunia yang melibatkan dari hubungan ras serta kelompok etnis. Pravalensi kejadian dari penyakit radang sendi biasanya adalah sekitar 1 persen pada populasi yang berkisar diantara 0,3-2,1 persen. Penyakit radang sendi sendiri biasanya lebih banyak dialami oleh wanita, dan perbandingan dari wanita dengan pria biasanya sebesar 3:1. Perbandingan ini bisa mencapai sekitar 5:1 untuk wanita disaat sedang masa subur.

Hingga saat ini penyebab radang sendi masih belum diketahui dengan jelas. Faktor keturunan atau faktor genetik serta pada beberapa faktor lingkungan, usia yang juga sudah lama diduga bisa berperan dalam terjadinya penyakit radang sendi ini. Hal ini sudah terbukti dari adanya suatu hubungan pada produk kompleks histokompabalitas utama untuk kelas II dan khususnya adalah untuk HLA-DR4, dengan Ar seropositif. Pengembang dari HLA-DR yang mempunyai suatu resiko yang lebih relatif sekitar 4:1. Selain itu juga faktor dari auto imun dan juga sistem metabolik yang juga dianggap memberikan pengaruh dari munculnya penyakit radang sendi tersebut.

Penyakit Gout Pada Lansia

Posted in Radang Sendi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Radang Sendi

Jenis-Jenis Radang Sendi – Radang sendi rematik merupakan kondisi menyakitkan yang berhubungan dengan masalah kekebalan tubuh. Radang sendi ini semakin lama bertambah parah dan dapat meningkatkan resiko terserang osteoporosis dan kelainan lainnya. Bentuk radang sendi lain yang lebih jarang terjadi adalah encok (gout) dan arthritis septik.

Jenis-Jenis Radang Sendi

Jenis-Jenis Radang Sendi

Jenis-Jenis Radang Sendi

1. Radang Sendi Rematik

Radang sendi rematik merupakan keadaan progresif yang dimulai dengan rasa sakit dan kaku pada persendian. Lama-kelamaan, rasa sakit meningkat dan sendi menjadi bengkak, sementara benjolan-benjolan kecil muncul di bawah kulit. Radang sendi atau nyeri sendi rematik dapat merusak tulang. Oleh karena itu, penanganan dini sangat penting.

Penyebab dari penyakit ini tidak diketahui secara pasti, tapi diperkirakan sistem kekebalan tubuh mulai menyerang jaringan dan tulang dalam sendi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan biasanya menyerang orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Jari-jari tangan, pergelangan tangan, lutut dan bahu adalah bagian tubuh yang paling sering terserang penyakit ini.

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tapi bisa diperlambat dengan obat antirematik. Obat-obatan tersebut bisa memiliki efek samping yang serius. Oleh karena itu, penderita harus dimonitor melalui tes darah secara teratur. Olahraga ringan disarankan di sela-sela serangan untuk membantu menjaga mobilitas sendi. Sedangkan dalam osteoarthritis, sendi dapat disuntik dengan kortikosteroid untuk meredakan sakit.

2. Arthritis Septik

Arthritis septik merupakan infeksi bakteri pada sendi. Bakteri dapat masuk ke dalam sendi melalui luka terbuka di sekitar sendi, atau bisa berasal dari area lain dalam tubuh. Gejalanya meliputi demam, bengkak, dan kemerahan di sekitar sendi, rasa nyeri dan penurunan mobilitas. Penanganan dini sangat penting.

Tanda-tanda infeksi dapat diperiksa dari cairan yang dikeluarkan dari sendi. Arthritis septik diobati dengan antibiotik yang diberikan terus-menerus selama beberapa minggu. Obat-obatan antiradang yang tidak mengandung steroid mungkin juga akan diberikan

3. Encok

Encok muncul jika terjadi penumpukan produk buangan asam urat pada jari-jari kaki atau sendi lain. Gejala-gejalanya, yang meliputi rasa sakit dan radang, cenderung meningkat hebat dan kemudian mereda. Keadaan ini sering diwariskan dalam keluarga, tapi kelebihan berat badan, konsumsi minuman beralkohol lebih, ataupun memakan daging merah atau makanan olahan dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan resiko. Kadar asam urat tinggi dapat diperiksa dalam tes darah dan dengan menganalisis cairan yang dikeluarkan dari sendi yang sakit. Gejala dapat diredakan dengan obat-obatan antiradang yang tidak mengandung steroid, kortikosteroid, atau obat antiencok. Obat-obatan lain dapat diberikan untuk mencegah kadar asam urat menumpuk.

4. Radang Sendi Reaktif

Jenis-Jenis Radang Sendi reaktif muncul setelah infeksi saluran kelamin. Respons tidak normal dari sistem kekebalan tubuh menyebabkan bengkak dan penumpukan nanah pada sendi. Penyebab utamanya harus diobati dengan antibiotik. Selain itu, obat antiradang yang tidak mengandung steroid membantu meredakan gejala radang sendi. Kebanyakan orang sembuh secara total.

Diagnosis Radang Sendi

Jenis-jenis radang sendi ini didiagnosis berdasarkan dari gejala radang sendi atau nyeri sendi yang muncul, berdasarkan riwayat kesehatan penyakit dan juga berdasarkan dari pemeriksaan fisik yang dilakukan. Selain itu, penunjang dari diaganosis yang memang dibutuhkan adalah sinar-x yang biasanya dilakukan selama 6 bulan pertama dan masih belum menunjukkan dari adanya suatu kelainan pada sendi. Dan selain itu juga, di dalam darah biasanya akan ditentukan dari adanya suatu faktor rema atau IgM, kenaikan dari laju endap pada eritrosit serta turunnya kadar hhemoglobin atau penyakit anemia, LED yang mengalami peningkatan, leukosit dengan jumlah yang normal atau juga mengalami peningkatan sedikit, jumlah trombosit yang semakin meningkat. Serta lebih khas lagi adalah dalam melakukan tes endapan mucine di dalam cairan sinovial dan disertai dengan suatu pemeriksaan mikroskopis yang berasal dari nodul dan jaringan pada sinovial yang bisa memperlihatkan suatu kelainan pada jenis tertentu.

Pengobatan yang dilakukan pada jenis-jenis radang sendi diatas adalah bertujuan untuk :

  1. Membantu menghilangkan gejala peradangan yang terjadi yang aktif atau juga yang lokal maupun secara sistemik.
  2. Mencegah dari terjadinya suatu kerusakan dibagian jaringan
  3. Mencegah dari terjadinya masalah deformitas atau juga kelainan dalam bentuk sendi dan membantu menjaga fungsi dari persendian agar masih dalam keadaan yang lebih baik lagi.
  4. Mengembalikan dari kelainan fungsi bagian organ serta persendian yang mengalami penyakit radang sendi agar sebisa mungkin berubah menjadi normal lagi.

Terapi obat yang dilakukan pada jenis-jenis radang sendi yang bisa dilakukan adalah dengan tujuan dalam membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi terjadinya peradangan atau inflamasi dan membantu menurunkan resiko yang terjadi akibat suatu kerusakan sendi. Obat radang sendi yang digunakan adalah :

  1. Obat jenis analgetik antiradang atau NSAIDs
    Obat jenis ini adala seperti aspirin, ibuprofen dan diklofenac.
  2. Obat-obatan supresif long-acting atau DMARD
    Obat ini memberikan khasiat sebagai anti radang yang kuat. Selain itu obat ini juga mempunyai daya anti-erosif, artinya adalah bisa membantu menghentikan dan juga membuat proses kerusakan tulang rawan menjadi lebih lamban. Penggunaan untuk jenis obat ini biasanya diawali pada fase yang masih dini.
  3. Glukokortikoid atau kortikosteroid
    Obat obatan ini merupakan salah satu jenis obat anti inflamasi steroid.

Jenis-Jenis Radang Sendi

Posted in Radang Sendi | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Gejala Radang Sendi

Gejala Radang Sendi – Radang sendi atau arthritis merupakan istilah umum yang meliputi sekelompok penyakit yang menyerang persendian. Semua penyakit sendi ini menyebabkan rasa nyeri, kaku dan bengkak. Kebanyakan radang sendi tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat diatasi dengan obat, diet dan olahraga. Orang tua lebih sering menderita radang sendi, tapi dewasa mudah juga dapat terserang.

Gejala Radang Sendi

Gejala Radang Sendi

Radang Sendi

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan bentuk paling umum dari radang sendi. OA biasanya menyerang orang berusia 60 tahun ke atas, tapi kadang-kadang juga dapat menyerang orang muda. Pada sendi yang terserang osteoarthritis, penggunaan sendi berlebihan dapat mengikis tulang rawan pelindung yang menutupi ujung tulang. Penonjolan kecil tulang (disebut osteofil) terbentuk pada ujung sendi.

Perubahan-perubahan ini menyebabkan rasa nyeri yang akan bertambah parah jika sendi digerakkan. Biasanya terjadi bengkak pada area yang sakit dan gerakan menjadi terbatas. Sendi dapat patah jika digerakkan. Gejalanya dapat timbul dan kemudian hilang dalam jangka waktu lama. Rasa sakit semakin bertambah parah seiring berkembangnya penyakit.

Pinggul, lutut, tulang belakang dan jari-jari tangan adalah bagian paling rawan terserang osteoarthritis. Akan tetapi, penyakit ini dapat menyerang persendian manapun. Jika menyerang tulang belakang, penyakitnya dikenal dengan spondilosis. Penyakit ini lebih sering muncul jika persendian mengalami stres berulang, sebagai akibat pengunaan berlebih atau cedera yang sering terjadi

Gejala Radang Sendi Osteoarthritis :

  1. Gejala Radang Sendi awal OA sebenarnya bisa dideteksi melalui rasa kaki dan nyeri pada sendi saat digerakkan di pagi hari. Saat kondisi ini dibiarkan, rasa nyeri biasanya semakin terasa setiap melakukan gerakan tertentu, terutama pada saat menopang berat badan. Pada beberapa penderita, rasa nyeri bahkan dapat timbul setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh.
  2. Gejala OA yang lebih jelas dapat dilihat apabila terjadi pembengkakan atau peradangan pada sendi. Selain itu, persendian yang sakit ini juga berwarna kemerah-merahan. Sebagian penderita bahkan mengalami bunyi –umumnya pada lutut setiap persendian digerakkan walau kadangkala tidak menimbulkan rasa sakit.
  3. OA sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Selain faktor usia, wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini karena berhubungan dengan hormon estrogen. Karena itu, OA paling banyak dijumpai pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.
  4. Bentuk tubuh wanita juga ditengarai lebih mudah mengalami OA ketimbang pria. Merujuk hasil sebuah penelitian, tubuh wanita yang lebih lebar di bagian pinggul menyebabkan penumpukan lemak banyak terjadi di bagian ini. Dampaknya, tulang kaki harus menopang beban lebih berat. Karena itupula, dalam kondisi yang sama, OA sering dialami mereka yang memiliki berat badan berlebih.
  5. Selain itu, OA bisa disebabkan riwayat imobilisasi atau kurangnya gerak tubuh, atau justru ‘stres’ panjang akibat gerak tubuh berlebih seperti pada olahragawan. Penyakit ini diduga juga berkaitan dengan ras, keturunan, dan sistem metabolik tubuh. OA bisa pula disebabkan trauma menahun pada sendi bahkan dari jenis trauma minor sekalipun, seperti sering nyeletek-nyeletekin jari.

Faktor Resiko Gejala Radang Sendi Osteoarthritis

Literatur menunjukkan bahwa 1 dari 6 populasi menderita penyakit yang biasa disingkat “OA” ini. Data yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita osteoarthritis lutut. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak.

Saat usia bertambah tubuh kita juga mengalami perubahan. Ukuran dan kekuatan otot akan menurun terutama akibat kurangnya aktivitas fisik. Masa tulang dan kepadatannya berkurang sehingga membuat resiko patah tulang bertambah. Tendon dan ligament menjadi kurang elastis, sehingga mudah cedera.

Inflamasi atau peradangan disendi dan rawan sendi biasanya terjadi akibat penyakit artritis.  Aktivitas fisik atau olahraga bisa membantu mengurangi resiko cedera asal dilakukan dengan porsi yang sesuai dengan kondisi anda. Cukup 30 menit aktivitas fisik bisa membantu anda merasa nyaman dan mencegah berbagai penyakit. Bahkan pada pnederita penyakit kronis, seperti osteoartritis dan osteoporosis bisa mendapatkan manfaat dari program olahraga yang seimbang.

Berikut adalah beberapa latihan yang dikembangkan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons untuk pendeirta osteoartrtis, nyeri punggung bawah (low back pain), osteoporosis, atau penderita penggantian lutut (knee replacement).

Osteoartritis

  • Latihan fisik amat penting untuk pendrita artritis. Latihan fisik membantu sendi tetap lentur, otot di sekitar sendi menjadi kuat, serta tulang rawan sendi dan tulang menjadi lenih sehat dan kuat. Nyeri juga dapat berkurang
  • Latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan latihan peregangan otot.
  • Hindari latihan yang membebani sendi seperti aerobik, lari, atau olahraga kompetisi.

Low Back Pain

  • Latihan fisik bisa merupakan terapi umum bagi penderita nyeri pinggang bawah. Dokter orthopedi biasanya mengajukan olahraga yang akan menguatkan otot sebagai pendukung tulang belakang, juga latihan yang meningkatkan fungsi dan kelenturan otot.
  • Lakukan peregangan setiap hari
  • Jika sedang tidak nyeri, latihan yang dianjurkan secara rutin adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, dan beban ringan.

Osteoporosis

Olahraga yang bisa membantu memperlambat progretivitas osteoporosis dan membangun tulang yang kuat. Program olahraga yang sedang, rutin, hingga empat kalis seminggu, efektif mencegah dan mengatasi osteoporisis.

  • Lakukan dengan latihan beban seperti jalan kaki, mendaki gunung, naik tangga, dansa, olahraga denhan raket atau treadmill.
  • Melatih kekuatan dengan angkatan beban yang ringan

Penggantian sendi (Total Join Replacement)

  • Pasien yang menjalani penggantian sendi masih bisa menjalani aktivitas harian. Olahraga tidak hanya penting proses penyembuhan, tetapi juga bermanfaat untuk jangka panjang. Latihan yang tepat bisa mengembalikan kekuatan dan mobilitas sendi.
  • Hindari aktivitas terutama yang membebani sendi buatan seperti lari, joging, atau main ski
  • Olahraga yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda, golf dan tenis ganda.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program aktivitas fisik agar tidak berelbihan dari yang seharusnya.

Gejala Radang Sendi

Posted in Radang Sendi | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Radang Pada Sendi

Radang Pada Sendi – Radang Pada Sendi bisa dialami oleh orang berusia lanjut. Radang sendi disebabkan oleh kerusakan rawan sendi yang merupakan bagian dari proses penuaan. Hampir 90% orang berusia 60 tahun ke atas mengalami radang sendi. Namun, radang sendi juga bisa terjadi pada usia muda misalnya karena cedera, infeksi atau pembebanan yang berlebihan.

Radang Pada Sendi

Radang Pada Sendi

Radang Sendi

Persendian yang sering diserang adalah sendi lutut, tulang belakang (pinggang dan leher), pangkal paha, tangan terutama ibu jari, dan kaki. Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri di persendian yang meradang. Peradangan pada sendi lutut memberikan gejala nyeri di sekitar sendi lutut disertai nyeri tekan setempat. Rasa nyeri akan semakin hebat bila melakukan kegiatan dengan pembebanan seperti berjalan, naik turun tangga, atau berdiri lama. Seringkali juga terdengar bunyi pada gerakan sendi lutut. Selain itu, peradangan sendi lutut juga dapat mengakibatkan pengecilan otot paha.

Bila Radang Pada Sendi terjadi pada tulang belakang, akan mengakibatkan rasa nyeri di tulang belakang. Selain itu, terjadi tekanan pada saraf di sekitarnya dengan gejala rasa tertarik dan menjalar ke arah bawah sepanjang bagian belakang tungkai. Radang pada sendi pangkal paha memberikan keluhan nyeri yang dirasakan pada paha bagian dalam dan kadang-kadang sampai ke pantat. Seringkali panggul juga sulit digerakkan karena terasa nyeri.

Sementara itu, sendi tangan yang meradang dapat menyebabkan benjolan pada ruas sendi tangan. Benjolan tersebut muncul perlahan-lahan setelah peradangan berlangsung berbulan-bulan atau tahunan dan terasa nyeri bila ditekan. Peradangan sendi kaki biasanya terjadi pada pangkal ibu jari kaki dan disertai nyeri tekan. Peradangan kaki seringkali disebabkan oleh pemakaian sepatu yang sempit.

Nyeri sendi sangat hebat yang sering dialami penderita sakit sendi sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Meskipun tidak ada pengobatan yang tidak menghilangkan keadaan ini secara total, penanganan dengan obat radang sendi,terapi fisik, atau pembedahan akan membantu penderita radang sendi untuk beraktivitas sehari-hari. Pengobatan dengan jamu dapat dilakukan untuk mengurangi peradangan dan nyeri yang ditimbulkannya. Rasa nyeri juga dapat dikurangi dengan alat pemanas seperti ultrasonik dan kompres panas.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi

Sementara itu, olahraga terbaik yang bisa dilakukan adalah berenang. Bila keadaan lutut tidak parah, dianjurkan untuk bersepeda. Menjaga gerakan sendi dan mempertahankan kekuatan otot juga penting dilakukan oleh penderita radang sendi. Latihan kelenturan sendi dan penguatan otot dapat dilakukan sendiri dirumah, dengan cara sebagai berikut :

1. Kelenturan Jari Tangan

Genggam lilin lunak yang biasa digunakan sebagai mainan anak-anak dan remas-remas seperti saat mencuci beras

2. Kelenturan Lutut

Duduk di kursi, letakkan kaki kanan di atas kursi lain di depannya dengan posisis lutut agak ditekuk. Selanjutnya kaki kanan tersebut diluruskan dan ditekuk kembali. Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang. Selanjutnya ganti dengan kaki kiri dan lakukan gerakan yang sama

3. Penguatan Lutut

Duduk di kursi dengan posisi punggung tegak bersandar dan kaki terjuntai ke lantai. Angkat tungkai bawah ke atas sekitar 45 – 60 derajat dan tahan selama 6 detik. Kembali ke posisi semula. Ulangi 5-10 kali bergantian kaki kiri dan kanan.

4. Kelenturan Panggul

Berbaring di lantai atau tempat tidur dengan alas yang kuat dan rata. Perlahan-lahan tekuk satu lutut dan tarik ke arah dada. Ulangi 5-10 kali, lakukan bergantian kaki kiri dan kanan.

5. Penguatan Panggul

Berbaring di lantai atau tempat tidur, angkat lurus satu tungkai dengan tinggi semampunya, tahan 6 detik lalu letakkan kembali. Ulangi 5-10 kali dan lakukan bergantian tungkai kanan dan kiri.

Pengobatan Radang Sendi

Salah satu jenis tindakan pengobatan yang dilakukan pada penyakit radang sendi adalah dengan melakukan pembedahan. Namun terapi ini biasanya dilakukan untuk kasus yang sudah parah saja. Tindakan operasi biasanya dilakukan jika ada suatu gangguan yang disertai dengan rasa sakit dan juga tidak bisa diatasi hanya dengan menggunakan obat radang sendi saja. Jika ruang sendi mengecil dan juga pengikisan yang terjadi dibagian kartilago sehingga biasanya penderita akan menjadi sangat terganggu dan membuat si penderita malah tidak bisa melakukan aktivitas apapun maka hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan terapi pembedahan atau operasi.

Tujuan dari tindakan operasi biasanya membantu untuk memperbaiki fungsi dan juga bentuk dari sendi yang mengalami caccat serta untuk membantu menghilangkan sinovoum yang megalami kerusakan sehingga sinovoum yang baru akan bsia terbentuk lagi. Transfer dari tendon atau juga pada otot bsia memperbaiki fungsi jika sudah putus. Dan dengan cara melakukan prosedur tindakan operasi yang masih bisa dilakukan dengan melakukan pemindahan secara distribusi pada berat beban ke bgain sendi yang memang masih baik, kartilago yang masih tersisa juga masih bisa dipertahankan kemudian setelah itu akan diisi kembali, sendi yang cacat tadi akan disatukan dan kemudian akan diikat ke dalam tulang tunggal namun tanpa adanya sambungan, dan selain itu rekonstruksi pada jaringan lunak untuk membantu membuat sendi menjadi stabil yang bisa mengurangi rasa sakit yang muncul dan dalam membantu menjaga gerakan. Dan teknologi ini bisa membantu mengganti bagian sendi yang mengalami kerusakan dengan cara komponen yang baru yang juga terbuat dari bahan plastik atau juga bahan dari logam.

Radang Pada Sendi

Posted in Radang Sendi | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment